Puisi Untuk Cinta

Senandung Kasih

Dulu….. sempat kuingkari kehadiranmu
Karena kupikir semua sama saja
Tak ada beda …..
Berkali ku coba hapuskan rasa
Agar dia tak lagi bersemi dan layu
Namun semakin hari
Dia semakin membuatku tak menentu
Membuatku tak berdaya
Membiarkannya merajalela ke seluruh nadi & nafasku
Entah benih apa yang tersemai dalam hati
Hingga lidah ini tak kuasa mengutarakannya
Setiap detik, sang waktu terus memupuknya
Hingga dia tumbuh semakin besar dan subur
Telah lama taman ini kering dimakan musim
Tak ada lagi yang tersisa selain luka dan perih
Tapi tiba-tiba matahari datang memberi benih dalam jiwa
Dan rembulan merawatnya dengan penuh kasih

Wahai jiwa yang hangat dan damai …..
Bisakah kau jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi
Aku takut bibir ini keliru mengartikannya
Aku tak mau salah lagi…… aku tak mau terjebak lagi
Wahai engkau yang memiliki sorot yang menyejukkan
Katakan padaku bahwa ini bukanlah mimpi
Katakan padaku inilah kenyataan
Kenyataan yang akhirnya berbuah manis
Semanis senyummu

Wahai insan berhati surgawi
Jelaskan padaku indahnya taman nirwana
Agar dapat kubandingkan nikmatnya dengan apa yang kurasa
Agar aku pun dapat merasakan senyuman bidadari yang sangat memabukkan

Wahai pujangga jiwa
Katakan padaku …… aku pantas menerimanya
Katakan padaku …… aku pantas merasakannya
Katakan padaku …… inikah anugerah Illahi ?

Wahai kekasih hati yang namanya bersemayam dalam kalbu ……
Terangkan padaku, orang yang haus akan kasih
Ketulusan cinta yang lahir dari murninya perasaan seorang insan
Terangkan padaku, orang yang rindu akan bahagia
Harumnya bunga-bunga nirwana yang kau sebarkan dalam taman jiwa bukanlah sebuah ilusi
Bukan fatamorgana di tengah padang pasir
Yang membuat jiwa meranggas dan akhirnya terbakar debu kepalsuan

Wahai rembulan malam……permata hatiku
Jiwa dan hati ini kutitipkan padamu
Di dalamnya tak ada lagi tempat yang tersisa untuk jiwa ketiga
Karena jiwaku hanya butuh satu jiwa
Agar hidupku terasa lengkap dan sempurna
Dan dia hanya mencari sekeping jiwa
Agar pondasi jiwanya kokoh melawan badai

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    kentang said,

    tak sempat ku membaca….
    tapi ku tahu….
    apa semua itu

  2. 2

    rara said,

    ohw ……so sweet!!!!!!
    dapet karya sendiri yach,,,,
    Mahasiswa UMP kreatif2 y?????????


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: